Red Velvet
  • 14354 dibaca
  • 237 menit
  • 16 dimasukkan ke Rak Buku
  • Umum
4.8

Red Velvet

Status Sudah Selesai
Ditulis oleh Ririn Ayu
Diterbitkan 04 Feb 2017, 12:59:31 PM
Jika memang keajaiban itu ada, dia sungguh ingin Tuhan memberikannya satu saja untuknya. Mana mungkin ada hal semacam keajaiban di dunia ini. Semua itu hanya sebuah doktrin besar-besaran yang berkembang dalam pikiran umat manusia.

Angel

==========================================================================================
"Kau tahu kenapa pelangi ada tujuh warna? Kenapa tidak delapan atau sembilan?"

"Tujuh terbentuk dari dua garis yang mewakili simbol angka satu. Dua buah angka satu berubah posisi bisa menjadi tujuh atau sebelas. Pelangi itu tujuh karena simbol penyatuan dua orang yang saling membutuhkan, hingga lahirlah kebahagiaan dan keberuntungan layaknya lucky seven. Itulah sebabnya Tuhan membagi warna pelangi menjadi tujuh buah.

Elliot

==========================================================================================
Bab (35)
Fortune Cookies 7 menit 1679 dibaca 05 Jun 2017
Macaron 9 menit 1167 dibaca 06 Jun 2017
Chocolate Stick 7 menit 919 dibaca 05 Jun 2017
Pumpkin Muffins 5 menit 748 dibaca 10 Jun 2017
Banana Chocolate 5 menit 778 dibaca 05 Jun 2017
Iced Chocolate 9 menit 751 dibaca 16 Jun 2017
Shortbread Cookies 9 menit 714 dibaca 19 Jun 2017
Gingerbread 5 menit 619 dibaca 19 Jun 2017
Chocolate House 5 menit 583 dibaca 10 Apr 2017
Ptichie Moloko 5 menit 551 dibaca 22 Jun 2017
Death by Chocolate 5 menit 432 dibaca 16 Apr 2017
Snickerdoodles 8 menit 331 dibaca 22 Apr 2017
S'More Bark 7 menit 279 dibaca 01 May 2017
Orange Dream 8 menit 249 dibaca 22 Jun 2017
Streusel 7 menit 233 dibaca 05 May 2017
Marble Cheesecake 4 menit 239 dibaca 24 Jun 2017
Pita Tree 6 menit 236 dibaca 25 Jun 2017
Gummy Bears 6 menit 238 dibaca 25 Jun 2017
Trail Mix 7 menit 236 dibaca 25 Jun 2017
Berry Cute 9 menit 235 dibaca 22 May 2017
Rainbow Cake 9 menit 177 dibaca 1 jam yang lalu
Black Forest 9 menit 168 dibaca 24 May 2017
Chocolate Blitzen 7 menit 173 dibaca 24 May 2017
Angel Food 6 menit 167 dibaca 25 May 2017
Chocolate Brownie 7 menit 189 dibaca 31 May 2017
Chipotle Cheesesteaks 8 menit 224 dibaca 02 Jun 2017
Tiramisu Truffles 10 menit 159 dibaca 04 Jun 2017
Twist Potato 8 menit 129 dibaca 05 Jun 2017
Splatter Paint 6 menit 129 dibaca 05 Jun 2017
Devil Cake 11 menit 166 dibaca 06 Jun 2017
Bittersweet Hot Chocolate 10 menit 115 dibaca 4 jam yang lalu
Better Than Almost Anything 11 menit 218 dibaca 10 Jun 2017
Sparkling Strawberry 7 menit 146 dibaca 10 Jun 2017
Red Velvet 9 menit 119 dibaca 10 Jun 2017
Epilog 2 menit 103 dibaca 10 Jun 2017
Pengarang (1)
Ulasan (4)
Login untuk memberikan ulasan kepada buku ini
Abshari Nabilah Fiqi10 May 2017, 21:47:25 PM
Ririn 😊 Awal saya baca judul Red Velvet yang terbayang adalah percintaan yang manis. Sedikit 'ngeri' juga membayangkan Ririn yang biasa Misteri dan Thriller mendadak puitis romantis gimana ya 😂 ? Untungnya gak, kamu tetap nulis seperti gayamu (tetap kalimat ringkas yang gak berbunga-bunga) tapi serunya dalam nulis Romance kamu justru mengajak pembaca melihat kedalaman pemikiran Angel-Elliott dalam memaknai cinta itu sendiri dan tentunya kehidupan kelam mereka. Salut untukmu penulis Misteri dan Thriller yang bisa nulis Romance dengan gayanya sendiri dan jadinya apa ya Bittersweet Romance kali ya menurut saya hahaha (dan sebagai penyuka Romance dan Thriller saya suka Romance yang gak terlalu manis ya kayak cerita ini)! Saya suka banget kalau Angel-Elliott lagi 'diskusi' soal kehidupan, kalimat-kalimat mereka lugas tapi kena gitu di hati.... tampilkan semua
Abshari Nabilah Fiqi10 May 2017, 21:50:33 PM
Meskipun saya suka cerita-ceritamu tapi saya tetap objektif lho kalau kasih review jadi siap-siap 😂

Kalo typo itu kamu banget sih jadi saya gak comment karena paling muncul 1-2 kali per chapter 😂 Hmmm gak tau sih saya merasa di awal banyak kebetulan Angel-Elliott ketemu dan karena saya rada logis jadi kurang sreg hehehe itu saya sih. Pun metafora kue-kue yang kamu pakai saya suka, tapi di bab-bab terakhir saya merasa hmmm ada yang maksa juga penjabaran metaforanya hahaha coba cek aja lagi ya Rin karena ini menurut saya sih.

PS: Saya gak tahu kenapa sejak chapter awal sudah feeling kalau Angel ini korban pemerkosaan. Tapi saya belum bisa menerka Elliott ini kenapa kayaknya udah mau meninggal (?) Selalu suka Romance yang gak sekedar manis atau kadang puitis tapi ada 'misterinya', sesuatu yang disembunyikan sehingga pembaca penasaran; bukankah itu kekuatan seorang penulis dalam memikat pembaca 😊 ?
Abshari Nabilah Fiqi10 May 2017, 21:51:49 PM
Tuh kan panjang banget kalau saya udah comment gitu deh hahaha, maaf ya kalau kamu merasa lelah bacanya (?) 😂

Sekian dari saya, maaf kalau ada yang kurang berkenan 🙏 Dan cepat lanjutkan ceritanya ya hahaha 😁 See you Ririn 😉
Ririn Ayu[Owner]11 May 2017, 05:29:19 AM
Woah, aku excited dengan koreksi sebanyak ini, jadi pengen benerin sesegera mungkin.

Pertama-tama ini dulu, terima kasih untuk bintang-bintang dan review-nya, kamu selalu bikin aku malu kalau baca komenmu *malu karena tulisanku gak sebagus itu. Aku bahkan ngerasa cenderung boring, karena minim diksi makanya masih berusaha nyari kata-kata yang beda untuk setiap buku..
Baru tahu kalau typo adalah ciri khas huahahaha, emang sih typo-ku gawat darurat dan masuk mode awas

Yap, aku juga ngerasa gitu, Rada maksa di akhir untuk kuenya, Ada dua bab yaitu untuk snickerdoodles, S'More Bark dan orange dream, emang belum ada metaforanya karena ada di bab selanjutnya.
Untuk yang Marble cheesecake, emang maksa banget. Aku masih baca ulang bab itu, nyari celah buat benerin. Cuma masih bingung, jadi tak istirahatin dulu
Ririn Ayu[Owner]11 May 2017, 05:34:47 AM
Tentu saja aku berkenan, Seneng banget malah. aku lihat niat baik dari ulasan sebanyak ini, Nabilah.
Perbaikan untuk ke depannya, aku jauh suka kritik memang. Pujian kadang bikin lupa diri dan gampang puas, meski untuk sekali dua kali gak terlalu masalah. Sebagai penyemangat, tentu saja.
Aku masih lihat banyak banget celah di buku ini emang,kayak kebetulan yang kamu bilang. Karena emang konsepnya kebetulan yang membentuk takdir. Aku sendiri sering mengalami soalnya, kebetulan bersambung ke kebetulan yang lain, hingga akhirnya bisa saling kenal dan dekat. Cuma ya itu tadi, aku lihatnya rada maksa. Jadi masih tak perbaiki sampai sekarang. Romance membuatku bingung, tapi itu tantangan tersendiri karena keluar dari zona nyaman. Namun,lumayan untuk latihan nulis yang runtut dan smooth Kayak punyamu

Terima kasih banyak, Nabilah
Abshari Nabilah Fiqi11 May 2017, 13:35:50 PM
Wah senang banget kamu excited, makasih Ririn 😍 Makanya sejujurnya saya jarang ngasih review kecuali penulisnya minta karena gitu sekali review pasti panjang kan kasihan ya penulisnya capek baca review saya 😅

'Kebetulan' hmmm gak mungkin nulis fiksi gak ada bagian seperti itu yang dimasukkan (saya juga suka kok memakai 1-2 kebetulan kalau nulis cerita hehehe) cuma ya mungkin jangan banyak-banyak amat biar gak mengkhianati logika cerita, itu saya sih... Tapi kalo kamu merasa oke-oke aja seriusan gak harus direvisi karena penulis kan sutradaranya cerita, cuma dia yang tahu apa yang terbaik buat ceritanya sambil mendengar dan mengevaluasi komentar orang lain 😆

Untuk metafora kue persis penjelasan babnya dengan penjelasanmu (maskasih udah jelasin soal gak ada metafora di beberapa bab kue itu jadi saya ngerti).

Selebihnya saya comment di Escape Reality ya 😆
Ririn Ayu[Owner]11 May 2017, 13:45:53 PM
Aku paling seneng kalau ada kritik, saran mendetail pula, Itu bikin semangat buat benerin.
gak tahu aku suka aja repair tulisan, makanya tulisanku kacau tanggal terbitnya diedit mulu hahahaha
aku pasti checking ulang kalau ada koreksi, karena dari situ belajarnya. Sebagai penulis kitakan buta, kayak ibu yang sayang banget sama anaknya meski seburuk apa pun anak itu, sama juga dengan tulisan, kita yang nulis, mikirnya pasti kece aja padahal menurut orang lain kan belum tentu. nah, makanya kita perlu koreksi orang lain yang bisa melihat lebih jelas dari kita dan lebih obyektif. Koreksi panjang lebar seperti ini tanda sayang pada anakku tentu saja makanya aku excited
Ririn Ayu[Owner]11 May 2017, 13:46:05 PM
nah, itu, aku juga bingung bikin cerita yang mengalir tanpa kebetulan dan terlalu banyak miracle. Emang gak logis sih, terima kasih udah diingetin, Nabilah.

Oh, metaforanya ya. emang belum ada karena ada hal yang mau disampaikan dengan tiga kue itu tapi belum sampai pada part ceritanya , nanti ada terkait di bab selanjutnya.

okay, aku selalu nunggu komen obyektifnya. Meski pas baca punyaku, aku scroll berulang-ulang bingung mau komen apa. Maafkan daku T_T
Abshari Nabilah Fiqi11 May 2017, 15:36:07 PM
Sebenernya logika cerita ini kelemahan dan kekurangan saya sih. Karena terlalu logis sering juga jadinya emosinya gak sampai gitu deh hahaha... Saya lagi belajar banget balancing soal logika dan rasa ini di cerita hehehe 😅

Bahkan mau comment aja pakai metafora anak-ibu duh penulis fave banget sih 😂

Btw hmm mau comment lagi tadi kelupaan, saya ngerasa kamu cukup sering pakai 'Dia'. Mungkin bisa dikurangi dikit hehehe biar variarif aja, paling gak jangan lebih dari 1X 'Dia' per paragraf hehehe. Maaf ya saya comment mulu padahal cerita saya gak ada setengah dari bagusnya cerita ini 😂

Cepetan lanjut ya Red Veleventnya, mangat terus Ririn 😉
Ririn Ayu[Owner]11 May 2017, 16:17:26 PM
iya, aku juga kadang terlalu logis, makanya yang jadi kalimat lugas tanpa bunga-bunga. dari sering nonton drama, aku mikirnya gini, Hmm, wanita suka yang alay-alay dikit. sedikit kebetulan dan sedikit sentuhan emosi, karena emosi gak logis.

Aduh, aku malu. kadang kan kita gitu. Kalau terlalu sayang seringnya menutup mata. Padahal mungkin orang lain itu bisa menambah nilai plus dalam tulisan kita

oh, iya ya. Hmm, kebanyakan juga bikin overdosis sih ya...gak apa-apa, tulisanmu bagus banget kok dan kamu komennya juga ngena. aku malah pengen bisa komen kayak kamu, detail dan tepat sasaran. aku suka terlarut kalau baca jadi seringnya gak ngeh

iya, tunggu ya. Terima kasih, Nabilah. kamu juga semangat ya :D
Nurizda Oktalia22 May 2017, 21:23:42 PM
Wuih detail bgt mbaknya. Boleh mampir ke naskah the one ku 😄 buruk kritikus membangun kyak ini 😄
Ririn Ayu[Owner]23 May 2017, 11:05:58 AM
Hai Nuridza
hehehehhehe, Nabilah (@abshari) emang detail kalo kasih masukan, aku seneng banget jadinya abis dapet ulasan dari dia.
Abshari Nabilah Fiqi23 May 2017, 20:23:07 PM
Kubales Ririn dulu ya (eh apa Kak Ririn ya, saya sama kamu tuaan siapa sih Rin? *nanya serius lho ini, jawab!*) 😂 Ah karena karyanya kamu udah keren Rin, makanya berusaha comment yang seenggaknya gak timpanglah sama bagusnya Red Velvet 😅

Buat Nurizda wah halo salam kenal 😆 Mau dong main ke The One, btw tadi saya udah sempat lihat aduh 30+ bab ya 😂 Saya ini pembaca lelet, jadi baca Red Velvet 15+ bab sampai comment aja butuh sekitar 2 mingguan seingatku. Jadi kalo Nurizda kepo sama commentku, ya cuma harus extra sabar nunggunya lebih dari Ririn 😂😂😂 *keburu nambah lagi babnya*
Ririn Ayu[Owner]23 May 2017, 21:18:23 PM
Ririn aja. aku lebih suka dipanggil nama, Nabilah. (orang-orang sekitarku jarang nyebut namaku soalnya, maklum nama sama panggilan beda. jadi aku kadang suka bingung sama namaku sendiri). kayaknya tuaan aku deh hahahahahaha

wedew, red velvet lebih banyak bikin pusing, Nabilah. makanya masukan kamu bermanfaat banget :D

sama, aku juga lelet parah kalo baca yang daring.
Nurizda Oktalia24 May 2017, 00:46:36 AM
Iya kalo d kasih komen itu bikin semangat nulis 😄
Ririn Ayu[Owner]24 May 2017, 13:31:23 PM
Menurutku, kalau mau orang berkunjung ke lapak kita, maka pertama-tama, kita berkunjung dulu ke lapak orang tersebut. Seperti orang baru pindahan, kalau mau dikenal maka kita kenalan dulu, main dulu ke tempat tetangga, mereka pasti balik main ke tempat kita. Mungkin di lapak beberapa orang banyak komen, karena mereka juga rajin membaca tulisan penulis lain. Mungkin lebih ke keseimbangan aja, kamu banyak membaca maka punyamu banyak dibaca. Aku tipe yang ngerunut juga soalnya, baca balik yang baca di tempatku. kan tahunya dari situ.
Semoga berkenan ya, ini cuma pendapat aja :D
Nurizda Oktalia24 May 2017, 15:36:07 PM
Iyap bener bgt. Bedanya di wattpad dan di storial d sini gak bisa ksh vote. JD kebanyak Silent readers. Blom LG log in nya sudah. Bnyak temen gak bisa log in via FB. 😂😅
Ririn Ayu[Owner]24 May 2017, 15:46:06 PM
Aku aktif juga di wp tapi jarang baca, aku baca punya penulis luar biasanya, Kalau di sana isinya full reader, jadi aku sendiri jarang interaksi sama penulis lain, seringnya ngobrol sama mbak-mbak yang baca
Banyak silence di sini, aku kalau lagi males buat komen ya cuma baca aja :D. meski ya, daku sering komen kok

Oh, aku lihat Fb banyak bermasalah buat log in storial. Aku lihat di twitter beberapa waktu lalu. Coba ditanyakan ke admin
Abshari Nabilah Fiqi24 May 2017, 19:29:30 PM
Duh serius nih Rin, tau-tau tuaan kamu jauh banget saya sungguh gak enak *kejadian Rin waktu kemarin manggil penulis sini tahunya dia jauh banget 'mature' dari saya, gak enaknya gak hilang-hilang sampai sekarang 😂* Sekarang saya udah panggil Kakak kok ke dia 😅 Okelah kalo gitu permintaanmu.

Well Rin, ku gak tau mau komentar apa sama komentarmu soal 'rajin berkunjung ke lapak orang', kayak I couldn't agree more *sampai speechless, sampai kuscreenshot, lebay tapi ya gitu hahaha*! Akhirnya ada yang menyuarakan isi kepala saya secara eksplisit hahaha, two thumbs up for you 👍👍 *oh anyway selalu senang kalo ngobrol sama kamu hahaha, abis pemikiran kita sering sama dan bawelnya sama Rin 😂😂😂*
Abshari Nabilah Fiqi24 May 2017, 19:30:10 PM
Buat Nurizda beruntunglah kamu udah berkunjung dan subscribe juga tulisan saya, thanks a lot 😙 Makanya saya makin ingin baca The One *selain kusuka covernya*. Ah btw comment bab 1 mu aja yang comment Kak Adit lho (no mention Kak Adit 😜), apalah saya dibandingin dia jauh banget dan dia satu dari beberapa penulis favorit saya di Storial 😂😂😂 Saya jadi ngeri mau comment The One but still kok bakal saya comment 😉

Soal login hehehe ditanyakan aja ke admin. Plus kalo boleh curcol berharap banget Storial bisa comment per line kayak WP, biar bisa lebih detail commentnya 😂
Ririn Ayu[Owner]24 May 2017, 19:57:57 PM
Aku pribadi gak terlalu mempermasalahkan pemanggilan nama. Temanku ada yang 2-3 tahun di bawahku, manggilnya nama juga. Aku orang Jawa dan normalnya orang gak manggil namaku langsung, meskipun yang manggil udah ibu-ibu atau bapak-bapak. Lebih gak enak lagi mereka pake bahasa halus, padahal bahasa halusku belepotan punya. [aku sampe mikir, please mukaku gak alim-alim amat, pake bahasa kasar aja kayak ke anak lain).
aku lebih parah, aku manggil mas-mas "Mbak", dua orang pula. Salah satunya bahkan lebih tua, aku manggil nama pas belum tahu, lebih kacau daku soal ini hahahaha

syukurlah kalau ada yang sepemikiran denganku. aku pikir, ini aku yang kebangetan atau gimana sih kalo teorinya kayak gitu.
hahahahaha, aku cerewet parah, Nabilah.
Nurizda Oktalia25 May 2017, 11:55:16 AM
iya kemaren kak adit komennya pas prolog yang belom di edit. dapet masukan dri kak adit untuk kasih yang lebih greget di awal. kayaknya harus mention kak adit lagi buat ksh pendapat setelah di edit :D
Tiara Purnamasari05 Jun 2017, 05:22:37 AM
Baru baca enam bab awal, dan semuanya terasa pas. Mungkin ejaan yang masih salah bisa diperbaiki, seperti penggunaan di sebagai imbuhan tidak boleh dipisah seperti di sebagai kata depan (diteriaki bukan di teriaki). Dialog, narasi, deskripsi semuanya terasa enak seperti judul-judul tiap bab yang sangat menarik dan mengundang selera pembaca serta bikin ketagihan. Tak sabar untuk lanjut. Salam kenal, Mbak. :)
Ririn Ayu[Owner]05 Jun 2017, 05:25:52 AM
Wah, terima kasih ulasan dan bintang-bintangnya, Tiara
Salam kenal juga :D

Wah, terima kasih kritiknya. Nanti aku baca ulang. Iya nih, aku parah di pemisahan di- sebagai kata depan atau awalan, suka lupa kalau belum dicek lagi.
Tiara Purnamasari15 Jun 2017, 07:53:59 AM
It's okay, Mbak. :D
Seneng ending-nya .....
Ririn Ayu[Owner]15 Jun 2017, 08:17:46 AM
Iyakah, Mbak?
Woah, saya sendiri tidak yakin dengan endingnya

Terima kasih :D
F W Chico08 Feb 2017, 17:58:45 PM
The Chocolate. Ketika cokelat yang semula memiliki rasa yang pahit dan tidak semua orang menyukai rasa tersebut, mulai bertransformasi sedemikian rupa dengan dukungan bahan-bahan lain, maka saat itulah cokelat tersebut terasa manis dan orang-orang pun akan melupakan rasa pahit yang awalnya terkecap. Dalam cerita ini, Angel, seorang karyawan toko kue dan cokelat Kiandra yang terlahir dengan harapan, serta Elliot, pria pelanggan Kiandra yang merasa terbebani dengan ketujuh dosa terbesar, keduanya sama-sama merasakan kepahitan dalam hidup. Akankah takdir menyatukan kehidupan mereka, sehingga rasa pahit tersebut dapat bertransformasi menjadi rasa manis, sebagaimana sebuah cokelat yang menimbulkan kebahagiaan, mari kita tunggu kelanjutan kisah Angel dan Eliot.. Semangat nulisnya~ :D... tampilkan semua
Ririn Ayu[Owner]08 Feb 2017, 18:10:29 PM
Wah, terima kasih atas ulasan yang Manis Fitria. semanis cokelat valentine
makin bingung mau lanjutin, nah lho...ini pahitnya huhuhu

F W Chico08 Feb 2017, 18:20:59 PM
wakakak.. dipanggil Fitria XD
udah lama banget aku nggak dipanggil nama depan..

ayo dilanjutin.. setelah pahit, pasti ada manis, oye! *sodorin oskadon biar ga pusing*
Ririn Ayu[Owner]09 Feb 2017, 08:29:08 AM
biar aku yang manggil Fitria, oh yes...

iya ni, tunggu ya...
F W Chico09 Feb 2017, 08:46:34 AM
tzerah deh Rin.. tzerah XD

baik, saya tunggu dengan sabar :D
Ririn Ayu[Owner]09 Feb 2017, 09:07:23 AM
wkwkwkw...

hahahaha, baiklah
Alfin Rafioen10 Feb 2017, 15:21:46 PM
Ceritanya lucu dan menggambarkan sebuah chemistry antara anak gadis dan oom-oom.

Angel dan Oom Eliot.
Ririn Ayu[Owner]10 Feb 2017, 15:30:43 PM
aku ngakak, Fin
sek bentar...


anak gadis dan oom-oom
*O-nya bahkan dobel

astaga itu Elliot tampaka kayak Oom-Oom kah?



terima kasih buat ulasannya yang cute,Alfin