Perenungan Bahaya Gegar Budaya pada Anak Melalui Novel Salah Asuhan

Perenungan Bahaya Gegar Budaya pada Anak Melalui Novel Salah Asuhan

Kategori : Review

Jenis Buku : Fiksi Judul : Salah Asuhan Pengarang : Abdul Muis Penerbit : Balai Pustaka Tahun Terbit : 2000 ISBN : 979-407-064-5 Jumlah Halaman : 271 Halaman Cetakan Pertama : 1928 Gegar budaya atau lebih dikenal dengan istilah cultural shock adalah sebuah istilah psikologis yang dicetuskan oleh Kelvero Oberg pada tahun 1955 untuk menggambarkan sikap kekhawatiran seseorang terhadap budaya baru yang ditemui. Hal ini biasanya terjadi karena ketidaksiapan seseorang dalam menerima atau berasimilasi dengan budaya baru sehingga timbul kecemasan dan kesukaran untuk memilih dan memilah budaya mana yang harus dan tidak diikuti agar seseorang tetap diterima dalam pergaulan masyarakat. Sekilas gegar budaya bukan masalah yang pelik karena lama-kelamaan seseorang akan mampu beradaptasi dengan sendirinya. Padahal, gegar budaya menyimpan bahaya laten yang sangat luar biasa jika anak tidak disiapkan dengan baik sejak dini. Di sinilah peran orangtua dalam mempersiapkan anak-anaknya agar mampu memilih dan memilah nilai-nilai yang ada, baik nilai budaya bangsa sendiri maupun yang datang dari luar. Sebab tidak semua anak memiliki kemampuan beradaptasi yang baik jika memang tidak dibekali oleh ilmu yang mumpuni. Karena sejatinya berbagai nilai budaya di dunia memiliki karakter masing-masing. Tak selamanya milik kitalah yang terbaik, dan tak selamanya pula kita yang terburuk. Begitu pun nilai budaya bangsa lain. Semua saling melengkapi satu sama lain. Hal ini digambarkan sangat apik oleh Abdul Muis dalam novel Salah Asuhan (1928) yang saya rasa masih sangat relevan hingga saat ini.


Bab Cerita

Indeks Judul Bab Total Kunjungan Jumlah Kata Jumlah Impresi Harga
1 Perenungan Bahaya Gegar Budaya pada Anak Melalui Novel Salah Asuhan 246 1276 1 Gratis!